<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912841182062696707</id><updated>2011-04-21T14:50:15.168-07:00</updated><title type='text'>Ciptaanku</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sweetmango-ryna89sosweet.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912841182062696707/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sweetmango-ryna89sosweet.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>ryna89sosweet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05763603527459017569</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>2</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912841182062696707.post-2064581652700000653</id><published>2009-05-27T05:33:00.000-07:00</published><updated>2009-05-27T05:34:32.189-07:00</updated><title type='text'>10 Alasan Kenapa SBY Tidak Layak Dipilih Lagi</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: rgb(85, 85, 85);"&gt;Memang harus  jujur diakui bahwa selama pemerintahan SBY sudah ada beberapa hasil positif yang  bisa dirasakan, yaitu terutama soal keamanan-pertahanan , politik-demokrasi, dan  pemberantasan korupsi. Istilah Siswono Yudhohusodo, “Pemerintahan SBY memang  sudah menghasilkan kemajuan. Namun sayangnya, negara lain/tetangga jauh lebih  maju dari kita.” Artinya, negara kita tetap saja tertinggal atau kalah dengan  negara lain/tetangga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: rgb(85, 85, 85);"&gt;Karena &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1243425724_1"&gt;itu&lt;/span&gt;, dengan&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;political cost&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;yang demikian besar tapi hasilnya masih  sebatas “rata-rata atau biasa-biasa saja” maka agaknya rakyat perlu mencari  figur Presiden Baru pada Pilpres Juli mendatang, agar negara kita bisa lebih  cepat pulih, maju, dan makmur/sejahtera.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: rgb(85, 85, 85);"&gt;Setidaknya ada  10 alasan kenapa SBY tidak layak dipilih lagi:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;Karakternya kurang tegas dan selalu  ambigu dalam mengambil keputusan untuk persoalan-persoalan strategis. Contohnya,  ketika SBY ditekan anggota DPR untuk beberapa kasus legislasi dia cenderung  mengalah dan kompromi dengan mereka, padahal dalam Pilpres 2004 dia mendapat  mandat dari rakyat lebih dari 60% suara. Kenapa mesti harus kalah dengan DPR?  Mungkin ini bisa kita lihat dari profesinya dulu yang lebih banyak ditugaskan  sebagai staf administrasi sehingga beliau tidak terbiasa untuk mengambil  keputusan yang taktis strategis dalam waktu terbatas.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;Dalam pemberantasan korupsi selama regim  pemerintahannya terkesan “tebang pilih”. Misalnya, jika figur-figur yang akan  dijadikan “tersangka” bakal berdampak politis bagi posisinya, maka SBY cenderung  mengambil sikap mem'peti-es'kan kasus tersebut. Contohnya, ada beberapa  menterinya yang jelas terindikasi kasus korupsi di KPU, Depkumham, Dephut, DPR,  dll, tapi terkesan dibiarkan/tidak ditindaklanjuti. Karena, mungkin, nantinya  akan berdampak pada posisinya. Sementara untuk kasus dijadikannya tersangka  Besannya (yaitu Aulia Pohan) karena SBY sudah dalam posisi terpojok/tidak dapat  berkelit lagi, setelah mendapat sorotan dari rakyat dan beberapa pakar hukum.  Kenapa proses hukum dalam pemberantasan korupsi sangat lambat sedangkan bila  kita tinjau dari segi amanat konstitusi seharusnya perkara korupsi adalah  perkara yang harus diprioritaskan dibanding tindak pidana  lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;span&gt;3.&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1243425724_2" style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;"&gt;Pertumbuhan  ekonomi&lt;/span&gt; yang berkisar antara 5%-6% selama pemerintahannya ternyata tidak  berdampak apa-apa pada rakyat kecil secara mayoritas. Disinyalir yang  menikmatinya justru adalah para orang kaya dan pengusaha kelas kakap, karena  memang mereka yang sengaja diuntungkan secara politis maupun bisnis oleh  kebijakan-kebijakan ekonomi SBY. Inilah akibat fatal dari visi ekonomi “Neo  Liberal” yang dianut regim SBY, dan bukan ekonomi “Pro Rakyat”. Ini mungkin  berkaitan dengan strategi politiknya ke depan untuk mempertahankan kedudukannya  dengan dukungan finansial dari para pengusaha yang diuntungkan olehnya. Dan  terbukti, pada pemilu legislatif 9 April lalu Partai Demokrat menjadi  pemenangnya. Dan apabila negara kita terus melaju dengan angka pertumbuhan  dibawah 2 digit maka untuk selamanya negara ini akan tetap miskin. Hal ini  sangat paralel bila dibandingkan dengan pertumbuhan hutang yang semakin  tinggi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;span&gt;4.&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;Terlalu tunduk dengan kemauan pihak  asing atau negara-negara donor, sehingga posisi RI seperti didikte oleh mereka.  Artinya, harga diri dan martabat kita jatuh di mata cukong-cukong asing tersebut  gara-gara sikap lembek dan penakut SBY. Contoh kasus, kita selalu kalah dalam  re-negosiasi kontrak karya pertambangan seperti kasus Freeport, Newmount,  ExxonMobil dan lain-lain. Juga kasus perbankan dan telekomunikasi seperti kasus  Indosat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;span&gt;5.&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;Meski kita berhasil keluar dari jerat  hutang IMF, ternyata hutang RI selama pemerintahan SBY tetap tinggi. Menurut  ekonom Econit, Hendri Saparani, &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1243425724_3"&gt;hutang  luar negeri&lt;/span&gt; kita (dari G to G) selama pemerintahan SBY diam-diam  bertambah sebesar Rp 400 triliun. Padahal di mana-mana orang-orang kepercayaan  SBY selalu berkoar bahwa hutang RI berkurang banyak. Dan masih ada isu lain  bahwa kita bisa lolos dari hutang IMF karena dikonversi menjadi hutang  ADB.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;span&gt;6.&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;Dengan dana APBN sebesar Rp 1000 triliun  lebih setiap tahun ternyata tidak banyak prestasi pembangunan yang dihasilkan  oleh pemerintahannya. Infrakstuktur yang dibangun pun jumlahnya bisa dihitung  dengan jari. Lalu dana yang dikucurkan untuk KUR, PNPM, BOS, BLT pun segitu saja  jumlahnya. Lalu uang sebanyak itu dipakai buat apa? Padahal pada pemerintahan-  pemerintahan sebelumnya dana APBN kita tidak lebih dari Rp 400  triliun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;span&gt;7.&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;Harga-harga sembako dan kebutuhan &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1243425724_4" style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;"&gt;rumah tangga&lt;/span&gt;  selama pemerintahan SBY selalu tidak stabil dan cenderung naik setiap  saat/bulan, sehingga hal ini sangat memusingkan kepala ibu-ibu rumah tangga yang  anggaran belanja bulanannya sangat pas-pasan, terutama ibu-ibu dari kalangan  menengah ke bawah. Contohnya, harga beras saat ini pada kisaran Rp 4000-5000/kg  padahal sebelum SBY harganya Rp 1.500-2.500/ kg. Harga telur sekarang pd level  Rp 13.000-14..000/ kg padahal sebelum SBY harganya Rp 7.000-14.000/ kg. Harga  ayam potong Rp 21.000-22.000/ kg padahal sebelumnya Rp 12.000-13.000/ kg. Harga  minyak goreng Rp 12.000/liter padahal sebelumnya Rp 6.000/liter, dan masih  banyak lagi. Inilah akibat dari SBY yang tidak bisa mengendalikan gerakan  Menteri Perdagangan, yang kebijakannya sangat tidak pro-rakyat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;span&gt;8.&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;Meski harga-harga komoditas pertanian di  pasaran selalu naik, seperti harga gabah/padi, sayuran, dan buah-buahan tapi  yang menikmati bukanlah para petani, melainkan justru para pedagang/makelar/  distributor. Para petani tetap saja hidup dalam kemiskinan dan kemelaratan,  karena harga-harga komoditas tersebut di tingkat petani tetap saja  rendah/kecil.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;span&gt;9.&lt;span&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;Tidak mampu menuntaskan Agenda Reformasi  bahkan terkesan stagnan (jalan di tempat). Contohnya reformasi birokrasi hingga  kini tidak jalan. Pungli, suap, sogokan masih saja langgeng di pusat-pusat  pelayanan publik, seperti KTP, SIM, STNK, pajak, PLN, &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1243425724_5" style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;"&gt;bea cukai&lt;/span&gt;, kir  kendaraan, dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;&lt;span&gt;10.&lt;span&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;Regim SBY  terkesan mempetieskan/ menghentikan Kasus BLBI dengan dalih sangat sulit  mengumpulkan alat bukti. SBY malah diketahui berteman akrab dengan pengusaha  yang terjerat kasus BLBI, yaitu David Nusa. Padahal total uang &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1243425724_6"&gt;negara&lt;/span&gt; yang dirampok  pengusaha/konglomerat busuk sebesar Rp 600 triliun. Sementara uang yang berhasil  dikumpulkan oleh KPK baru sekitar Rp 600 miliar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;Perbedaanya  sangat jauh kan, bagai langit dan bumi, hehehehehehe&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: rgb(102, 102, 102);"&gt;(didapat dari  berbagai sumber)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912841182062696707-2064581652700000653?l=sweetmango-ryna89sosweet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sweetmango-ryna89sosweet.blogspot.com/feeds/2064581652700000653/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sweetmango-ryna89sosweet.blogspot.com/2009/05/10-alasan-kenapa-sby-tidak-layak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912841182062696707/posts/default/2064581652700000653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912841182062696707/posts/default/2064581652700000653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sweetmango-ryna89sosweet.blogspot.com/2009/05/10-alasan-kenapa-sby-tidak-layak.html' title='10 Alasan Kenapa SBY Tidak Layak Dipilih Lagi'/><author><name>ryna89sosweet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05763603527459017569</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1912841182062696707.post-1180611621824266761</id><published>2009-05-26T04:06:00.000-07:00</published><updated>2009-05-26T04:09:43.988-07:00</updated><title type='text'>Daftar Negara/Bank Kreditor Utang Terbesar Indonesia</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Daftar Negara/Lembaga Kreditor Utang Luar Negeri terbesar Indonesia&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Jepang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;45,5% atau 29.8 miliar USD* atau Rp 358 triliun&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;ADB&lt;/strong&gt; (Asian Development Bank)&lt;br /&gt;16,4% atau 10.8 miliar USD atau Rp 129 triliun&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;World Bank&lt;/strong&gt; (Bank Dunia)&lt;br /&gt;13.6% atau 8.9 miliar USD atau Rp 107 triliun&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Jerman&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;4.7% atau 3.1 miliar USD atau Rp 37 triliun&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Amerika Serikat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;3.7% atau 2.3 miliar USD atau Rp 28 triliun &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Inggris&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1.7% atau 1.1 miliar USD atau Rp 13 triliun&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Negara/lembaga lain&lt;br /&gt;14.6% atau 9.6 miliar USD atau Rp 115 triliun&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Data Utang Luar Negeri Indonesia (2001-2009** )&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;2001 :  58,791 miliar USD&lt;br /&gt;Tambahan Utang (5,51 miliar USD)&lt;a href="http://nusantaranews.wordpress.com/2009/03/25/daftar-negarabank-kreditor-utang-terbesar-indonesia/"&gt;,&lt;/a&gt; Cicilan Utang + Bunga (4,24 miliar USD)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;2002 :  63,763 miliar USD&lt;br /&gt;Tambahan Utang (5,65 miliar USD), Cicilan Utang + Bunga (4,57 miliar USD)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;2003 :  68,914 miliar USD&lt;br /&gt;Tambahan Utang (5,22  miliar USD), Cicilan Utang + Bunga (4.96 miliar USD)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;2004 :  68,575 miliar USD&lt;br /&gt;Tambahan Utang (2,60 miliar USD), Cicilan Utang + Bunga (5,22 miliar USD)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;2005 :  63,094 miliar USD&lt;br /&gt;Tambahan Utang (5,54  miliar USD), Cicilan Utang + Bunga (5,63 miliar USD)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;2006 :  62,02 miliar USD&lt;br /&gt;Tambahan Utang (3,66  miliar USD), Cicilan Utang + Bunga (5,79 miliar USD)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;2007 :  62,25 miliar USD&lt;br /&gt;Tambahan Utang (4.01 miliar USD), Cicilan Utang + Bunga (6,32 miliar USD)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;2008 :  65,446 miliar USD&lt;br /&gt;Tambahan Utang (3,89  miliar USD), Cicilan Utang + Bunga (5,87 miliar USD)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;2009*: 65,7 miliar USD&lt;br /&gt;Tambahan Utang (????), cicilan utang + bunga (&gt;5 miliar USD)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;* 1 USD = Rp 12.000 (asumsi rata-rata) -&lt;br /&gt;** Data Utang Indonesia per 31 Januari 2009. www.dmo.or.id atau  &lt;a href="http://www.dmo.or.id/dmodata/5Statistik/1Posisi_Utang/1Posisi_Utang_LN/Perkembangan_Utang_Negara_20090131.pdf" target="_blank"&gt;Perkembangan Utang Pemerintah 2001-2009&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan kebijakan dan diplomasi Pemerintah RI saat ini, pada tahun 2009 jumlah utang luar negari Indonesia akan meningkat. Indonesia akan menambah utang dari ADB, Amerika Serikat, Australia (standby loan), dan lembaga/negara lain.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;*****&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari data posisi utang luar negeri tiap tahunnya, kita melihat bahwa kebijakan pemerintah selalu gali lubang tutup lubang. Tabiat  membayar utang dengan utang lagi, merupakan  mental yang  terus dipupuk oleh Pemerintah SBY. Mengenai dampak utang dan besarnya Utang Indonesia selama 2001-2009, &lt;a href="http://nusantaranews.wordpress.com/2009/03/25/daftar-negarabank-kreditor-utang-terbesar-indonesia/"&gt;saya&lt;/a&gt; telah menulisnya di &lt;a href="http://nusantaranews.wordpress.com/2009/03/25/2009/03/24/fakta-fakta-tersembunyi-sby-jk-3-utang-negara-membengkak-1667-triliun/"&gt;Fakta-Fakta Tersembunyi SBY-JK (3): Utang Indonesia Membengkak 1667 Triliun&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Disisi lain, banyak utang luar negeri Indonesia yang merupakan peninggalan utang era Soeharto yang tidak pantas dibayar oleh rakyat Indonesia, mengingat 30% dana utang luar negeri masuk  ke kantong-kantong kroni Soeharto. Harusnya pada tahun 2006, Indonesia mengambil kebijakan pembebasan utang yang diberikan beberapa negara kreditor. Tapi, sayang…..pemerintah pada saat itu tetap ngotot ingin melunasi semua utang kroni/korupsi Soeharto, disisi lain dana kesehatan dan kejahteraan bagi rakyat miskin sangatlah minim dibanding cicilan utang.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bayangkan setiap tahun pemerintah menggangarkan puluhan triliun untuk membayar bunga dan utang. Dan sebagian besar anggaran tersebut digunakan untuk membayar bunga pinjaman. Namun ironisnya, meskipun pemerintah tahu konsekuensi bahwa setiap penambahan utang, berarti tiap tahun rakyat harus membayar bunga utang tersebut yang jumlahnya sangatlah besar. Sampai kapan kita menjadi negara yang terus mengutang? Mengapa tidak mengikuti langkah China di era 80-an hingga saat ini yang enggan berutang? Dan perlu dicatat bahwa ekonomi China bangkit menjadi salah satu ekonomi terkuat dunia bukan karena utang, tapi karena kemandirian negaranya dalam memanfaatkan manusia yang dilatih + pengelolaan sumber daya alam yang terbatas. Mengapa Indonesia yang kaya dengan sumber daya alam (lahan yang subur) tidak dapat dimanfaatkan oleh rakyat Indonesia? Yang pasti, sumber daya manusia Indonesia perlu diberi pelatihan, dan pemerintah secara pro-aktif mengembangkan kebijakan pengolahan industri pertanian, perkebunan, manufaktur sehingga meningkatkan nilai jual pengelolaan sumber daya alam kita. Jangan lagi menjual batubara, gas, emas yang besar-besaran ke luar negeri, beranikah pemerintah?&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Katakan Tidak pada : Utang&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1912841182062696707-1180611621824266761?l=sweetmango-ryna89sosweet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sweetmango-ryna89sosweet.blogspot.com/feeds/1180611621824266761/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sweetmango-ryna89sosweet.blogspot.com/2009/05/daftar-negarabank-kreditor-utang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912841182062696707/posts/default/1180611621824266761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1912841182062696707/posts/default/1180611621824266761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sweetmango-ryna89sosweet.blogspot.com/2009/05/daftar-negarabank-kreditor-utang.html' title='Daftar Negara/Bank Kreditor Utang Terbesar Indonesia'/><author><name>ryna89sosweet</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05763603527459017569</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
